Kamis, 26 Juli 2012

DEKAT, Dengan akhirat..

Jutaan mata terbuka setelah semalaman terpejam, istirahat. Hari pun tak tinggal diam, bergerak berganti jum'at. Dan sejenak kita coba merenung sesuatu yang kerap luput untuk diingat. Sesuatu yang dianggap ringan, tapi bisa juga berat. Sesuatu yang jauh namun hakikatnya begitu dekat. Ia sungguh nyata, bila pun sering dirasa sebatas cerita atau hikayat. Seperti pemangsa bertaring, ia bisa menyergap tiba-tiba tanpa maklumat tapi betapa banyak orang tak menyadarinya hingga saat sekarat.

Sesuatu yang dekat itu adalah akhirat. Ya, akhirat yang seperti sahabat sejati, begitu dekat akrab sepanjang hayat. Ia akan terus melambai, bila kita juga merindukannya tanpa lelah penat. Ia akan menyiapkan sambutan untuk kita, bila kita masih setia menuju kepadanya dengan kesadaran dan semangat. Di tengah gemerlap hidup yang memacu peradaban materinya, bertanya tentang kabar sahabat sejati adalah kemestian: Apa kabar akhirat? Tapi ia akan lebih berhak bertanya: Apa kabar diri kita sendiri sobat? Masihkan kita menjadi pengejar akhirat.

Segala yang hidup punya pertanda, isyarat. Begitu pun akhirat, tempat segala kehidupan sejati beraksi, ada banyak pertanda yang terang jelas atau pun tersirat. Apakah ia bersama kita atau menjauh melesat. Pada cermin jati diri itu ada cerita, tentang akhirat yang kian menjauh atau lebih mendekat. Bila suatu hari, hidup terasa sangat sepi, mungkin itu tandanya ada yang harus kita tanyakan cepat-cepat. Apakah akhirat telah menjauhi kita, sobat?


#pernah dimuat di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar