Kamis, 01 November 2012

MATA SETAN, Malu bertanya sesat di jalan..



Saudaraku, setiap menit, setiap detik dalam hidup kita ada makhluk lain yang mengiringi kita. Mata mereka selalu mengawasi gerak-gerik kita. Mata-mata malaikat dan setan. Malaikat identik dengan kebaikan, adapun setan sebagai icon keburukan. Khususnya setan, dengan segala tipu dayanya berusaha menyesatkan manusia, mencoba masuk saat kita lengah. Diantaranya dengan memasukkan perasaan malu yang tidak pada tempatnya ke dalam diri kita. 

Malu berbuat kebaikan, malu berucap romantis pada pasangan. Enggan mengungkapkan perasaan adalah salah satu bentuk malu yang disukai setan. Betapa  banyak dari kita menyembunyikan perasaannya terhadap orang yang dicintainya. Sehingga perasaan cintanya tidak diketahui oleh orang yang dicintainya. Cinta seorang anak kepada orang tuanya, demikian sebaliknya, cinta sahabat, kerabat, kekasih ataupun pasangan suami istri.

Pun dengan malu bertanya. Tampaknya tak semestinya kita seperti itu. Bertanya akan banyak hal dari dan untuk apa saja merupakan bagian dari perilaku hidup manusia. Dalam batasnya yang wajar pertanyaan bisa menyemangati asa. Sebab dengan bertanya kita jadi bergeliat, berdaya guna dan nyaman menjalani kehidupan.

Sungguh, kehidupan itu juga menakjubkan, bisa dibilang dahsyat. Pendek atau panjangnya hidup tidak semata pertanyaan soal waktu yang dirasa cepat atau lambat, tapi juga soal orientasi yang dipakai dalam menjalaninya, ya semacam niat. Itulah keajaibannya, niat dapat melahirkan perilaku baik, bisa pula kelakuan jahat. Orientasi yang pendek yang hasilnya cuma sesaat, biasanya menjebak kita dalam harapan yang semu, kadang bikin nekat. Yang akhirnya tanpa disadari hadirnya kita di alam ini bisa berakibat hidup tersesat, bingung, diam di tempat. 

Saudaraku, kehadiran kita di bumi ini, itu hanyalah pemberian dari sang Pencipta, yang tak seorangpun bisa menolak atau melawan. Adapun peran kita dari kehadiran ini hanyalah memilih alur dan jalan. Jalur kebaikan ataukah menjalani keburukan, yang semua itu pada akhirnya akan menuju alam keabadian. Surga indah nan abadi adalah balasan bagi mereka yang memilih alur hidup, beramal di jalan kebaikan.

Sekali lagi, hati-hati dengan setan yang matanya selalu mengawasi kita dan jangan malu untuk selalu bertanya. Ingat saudaraku, Malu  bertanya sesat di jalan. Salam..