Saudaraku, setiap menit, setiap
detik dalam hidup kita ada makhluk lain yang mengiringi kita. Mata mereka
selalu mengawasi gerak-gerik kita. Mata-mata malaikat dan setan. Malaikat
identik dengan kebaikan, adapun setan sebagai icon keburukan. Khususnya setan,
dengan segala tipu dayanya berusaha menyesatkan manusia, mencoba masuk saat
kita lengah. Diantaranya dengan memasukkan perasaan malu yang tidak pada
tempatnya ke dalam diri kita.
Malu
berbuat kebaikan, malu berucap romantis pada pasangan. Enggan mengungkapkan
perasaan adalah salah satu bentuk malu yang disukai setan. Betapa banyak
dari kita menyembunyikan perasaannya terhadap orang yang dicintainya. Sehingga
perasaan cintanya tidak diketahui oleh orang yang dicintainya. Cinta seorang
anak kepada orang tuanya, demikian sebaliknya, cinta sahabat, kerabat, kekasih
ataupun pasangan suami istri.
Pun dengan malu bertanya.
Tampaknya tak semestinya kita seperti itu. Bertanya akan banyak hal dari dan
untuk apa saja merupakan bagian dari perilaku hidup manusia. Dalam batasnya
yang wajar pertanyaan bisa menyemangati asa. Sebab dengan bertanya kita jadi
bergeliat, berdaya guna dan nyaman menjalani kehidupan.
Sungguh, kehidupan itu juga
menakjubkan, bisa dibilang dahsyat. Pendek atau panjangnya hidup tidak semata pertanyaan
soal waktu yang dirasa cepat atau lambat, tapi juga soal orientasi yang dipakai
dalam menjalaninya, ya semacam niat. Itulah keajaibannya, niat dapat melahirkan
perilaku baik, bisa pula kelakuan jahat. Orientasi yang pendek yang hasilnya
cuma sesaat, biasanya menjebak kita dalam harapan yang semu, kadang bikin
nekat. Yang akhirnya tanpa disadari hadirnya kita di alam ini bisa berakibat
hidup tersesat,
bingung, diam di tempat.
Saudaraku, kehadiran kita di bumi
ini, itu hanyalah pemberian dari sang Pencipta, yang tak seorangpun bisa
menolak atau melawan. Adapun peran kita dari kehadiran ini hanyalah memilih
alur dan jalan. Jalur kebaikan ataukah menjalani keburukan, yang semua itu pada
akhirnya akan menuju alam keabadian. Surga indah nan abadi adalah balasan bagi
mereka yang memilih alur hidup, beramal di jalan
kebaikan.
Sekali lagi, hati-hati dengan
setan yang matanya selalu mengawasi kita dan jangan malu untuk selalu bertanya.
Ingat saudaraku, Malu bertanya
sesat
di jalan.
Salam..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar