Buat sobat atau rekan yang punya adik atau orang tua yang punya anak sekolah, apa sering merasa panik menjelang ujian? Saat dibagikan lembar soal ujian mungkin merasa ‘blank’ (lupa sama sekali) dengan materi-materi pelajaran yang sudah dipelajari dengan baik di sekolah, di rumah, dan di bimbingan belajar (bimbel)? Atau malah tidak masuk sekolah alias alpa? Ahh, sebegitunya. Nah, ada beberapa tips untuk menghilangkan lupa, grogi menjelang dan saat ujian. Coba deh dipraktekkan yak. Semoga dapat membantu adik-adik kita dan anak-anak kita dalam menghadapi ujian dengan lebih percaya diri. Semangat !
- Buatlah jadwal belajar yang efektif! Belajar bukan hanya di sekolah, tapi juga di rumah maupun tempat bimbel. Usahakanlah adik/anak kita untuk memperhatikan penjelasan guru dan mengulang kembali pelajaran di rumah.
- Ciptakan konsep belajar dalam bentuk poin-poin yang ringkas!
- Kumpulkan dan kerjakan soal-soal pelajaran dari yang termudah sampai yang tersulit!
- Tingkatkan motivasi adik/anak kita! Misalnya, “Aku harus masuk peringkat lima besar di kelas”, atau kita semangati anak/adik kita “Kamu harus diterima SMPN/ SMAN unggulan”, atau “Kamu harus lulus SNMPTN dan diterima di PTN favorit”, dan sebagainya.
- Rajinlah bertanya! Anak/adik kita jangan malu bertanya pada guru, kakak, bapak, ibu atau teman yang lebih pintar dari dia untuk mengajari materi yang belum mereka mengerti.
- Bentuklah kelompok belajar dengan teman-temannya, untuk menambah semangat belajar!
- Ingatkan mereka, untuk menenangkan hati dan pikiran sebelum memasuki ruang ujian! Selalu berpikir positif, dan tanamkan dalam diri mereka kata- kata “Aku Pasti Bisa”. Suruh mereka tarik napas dalam-dalam, keluarkan perlahan-lahan, lalu masuki ruang ujian dengan penuh kepercayaan diri.
- Pastikan lagi bahwa anak/adik kita saat mengerjakan soal, berkonsentrasi terhadap soal- soal di depan mereka! Jangan memikirkan hal lain, melamun, apalagi mengkhayal!
- Setelah semua sudah dipraktekkan, arahkan anak/adik kita untuk meminta do’a restu kedua orang tua dan guru-gurunya, berdo’a dengan tulus, dan pasrahkan segalanya kepada-Nya (tawakal). Ikhtiar (usaha) sudah dilakukan, maka tawakal-lah pengiringnya.
Selamat mencoba dan semoga tips- tips tersebut bisa membantu adik-adik kita. Dan juga anak-anak kita.
illustrasi dari om google

Tidak ada komentar:
Posting Komentar