Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Mei 2013

STM, Sibuk tetap mesra..

illustrasi
Singkatan STM hanya bisa-bisanya saya saja untuk sekedar pengingat materi yang dipublish di blog saya kali ini. Dan kebetulan saya juga pernah mengecap di bangku STM lhoo. Baik, langsung saja lanjutkan membaca artikel menarik berikut ini.

Kesibukan Anda berdua mengganggu hubungan Anda dengan pasangan? Anda sudah terlalu lelah untuk berbicara dengan pasangan? Walaupun sibuk, Anda masih dapat mesra dengan pasangan.

Anda dan pasangan sama-sama bekerja, berangkat pagi pulang malam, tak ada waktu lagi untuk sekedar berduaan dengan pasangan. Anak pun selalu mencari perhatian. Jika sudah begini, bahaya stress dapat mengancam. Atasi hal tersebut dengan mencoba kiat-kiat di bawah ini.
  • Keseimbangan. Mencari nafkah, mengurus dan merawat rumah dan keluarga, mengembangkan diri, dan memelihara hubungan suami-istri adalah hal-hal yang harus kita jaga keseimbangannya. Atur agar pekerjaan tidak ada yang dibawa ke rumah, agar sesampainya di rumah, Anda punya waktu untuk bertukar pikiran dengan pasangan. Usahakan agar akhir pekan adalah hari Anda bersama keluarga. Sehingga ada dapat menyeimbangkan waktu bekerja dengan waktu untuk keluarga.

  • Hati-hati stress!. Rutinitas monoton biasanya mampu menimbulkan stress yang dapat membuat hubungan suami-istri tidak mesra. Akibat stress, komunikasi terputus, hubungan membeku dan kejenuhan memuncak. Untuk memperbaikinya, lakukan intropeksi diri. Setelah dapat mengenali akar masalah, cobalah untuk mengatasinya. Ajak pasangan untuk bertukar pikiran. Uraikan pokok masalah satu persatu dan selesaikan sebelum masalah tersebut menjadi besar. Jangan ulangi kesalahan yang sama di masa datang.

  • Beri Hadiah. Berikan hadiah untuk diri Anda sendiri dan pasangan. Hadiah tidak harus berbentuk barang. Anda dapat pergi ke spa untuk mengembalikan kelelahan selama bekerja. Mengurus taman di rumah denga pasangan, dapat menyegarkan pikiran Anda. Sesekali mengambil cuti di hari kerja untuk menemani anak ke sekolah, dapat menjadi hadiah yang menyenangkan untuk anak.

  • Komunikasi. Sekalipun Anda dan pasangan bertemu setiap hari, berkomunikasi lewat SMS ataupun email terkadang jauh lebih efektif. Melalui bahasa tulisan, eksplorasi masalah dapat lebih dipahami. Tidurkan anak lebih awal, sehingga Anda punya waktu berdua dengan pasangan untuk bertukar pikiran. Matikan HP, Televisi atau alat lain yang dapat mengganggu konsentrasi pembicaraan Anda dengan pasangan. Selalu mengkomunikasikan sesuatu dengan pasangan dapat membuat Anda lebih mesra dan terhinda dari kesalahpahaman.

  • Berlibur. Rencanakan liburan bersama keluarga. Cari tempat-tempat wisata yang dapat memberikan kenyamanan untuk keluarga. Walaupun hanya beberapa hari, jika berkesan, liburan tidak akan terlupakan dan dapat menyegarkan hubungan Anda dengan pasangan dan keluarga.
Selain hal-hal diatas, sikap saling menghormati dan bertatakrama dengan pasangan harus selalu diperhatikan. Karena itu, Anda harus beupaya untuk menciptakan suasana yang mendukung terbentuknya hubungan suami-istri yang sehat.

*sumber: ayahbunda.co.id

Rabu, 24 April 2013

10 M, 10 Makanan penurun kolesterol


Banyak cara untuk menurunkan kadar kolesterol. Obat berbahan kimia terhitung efektif menurunkan kolesterol. Tapi tentu saja ada efek samping. Anda bisa mencoba menurunkan kadar kolesterol dengan cara alami.

Ada sejumlah makanan yang bisa menurunkan kadar Low-Density Lipoproptein (LDL) alias kolesterol jahat yang menyebabkan plak di pembuluh darah, dan meningkatkan High-Density Lipoprotein (HDL) alias kolesterol baik yang bisa dimanfaatkan tubuh untuk mengolah vitamin yang larut di dalam lemak.

Untuk menurunkan kadar LDL, Anda harus mengurangi asupan lemak jenuh. Lemak jenuh biasanya ditemukan di produk hewani, misalnya daging, susu, krim, mentega, dan keju. Ada juga lemak jenuh yang berasal dari nabati misalnya santan, minyak kelapa, dan lemak nabati.
Namun banyak juga makanan yang mengandung lemak tidak jenuh sehingga sangat efektif menurunkan kadar kolesterol.

1. Kacang kedelai
 
Kacang kedelai dan turunannya, alias kedelai yang sudah diolah misalnya menjadi tahu, tempe, susu kedelai, dan tepung kedelai mengandung isoflavon, yaitu zat yang bisa menekan LDL.

Tapi ingat, meski nikmat tahu dan tempe bisa tidak efektif menurunkan kolesterol bila diolah dengan sembarangan. Misalnya, digoreng dengan minyak jelantah atau dicampur santan. Sebab, santan dan minyak goreng adalah sumber lemak jenuh.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menganjurkan untuk mengonsumsi sedikitnya 25 gram protein kedelai per hari untuk menurunkan kadar kolesterol.

2. Kacang-kacangan
 
Kacang adalah sumber serat larut yang sangat tinggi. Mengonsumsi serat larut bisa mengurangi kolesterol. Mengonsumsi kacang seperti buncis, kacang merah, kacang panjang secara teratur selama enam minggu bisa mengurangi kadar kolesterol sebanyak 10%.

3. Ikan Salmon
 
Ikan salmon sangat baik karena mengandung asam Omega-3 yang bisa menurunkan LDL dan trigiserilda serta meningkatkan HDL. Salmon mengandung EPA dan DHA yang baik untuk kesehatan jantung.

The American Heart Association merekomendasi paling tidak dua porsi per minggu untuk mendapatkan manfaat maksimal. Selain salmon, ikan tuna, trout, sarden, makerel, dan hering juga baik.

4. Alpukat
 
Alpukat adalah sumber lemak tidak jenuh yang bisa meningkatkan level HDL. Sayangnya, alpukat tinggi kalori, sehingga harus dikombinasikan dengan sayur-sayuran yang bisa menekan kalori. 

Satu buah alpukat berukuran sedang mengandung 300 kalori dan 30 gram lemak tidak jenuh sedangkan kebutuhan tubuh manusia normal adalah 1.800 kalori dan 30 gram lemak tidak jenuh per harinya.

5. Bawang Putih
 
Sejak ribuan tahun lalu, bawang putih sudah dipercaya mengandung banyak zat yang baik untuk kesehatan manusia. Bangsa Mesir Kuno memakai bawang putih untuk meningkatkan stamina. 

Di masa modern, bawang putih dipakai untuk menurunkan kolesterol, mencegah pembekuan darah, menurunkan tekanan darah, dan melindungi tubuh dari infeksi.
Hasil penemuan paling mutakhir, bawang putih bisa mencegah partikel kolesterol menempel di dinding pembuluh darah.

6. Bayam
 
Bayam mengandung banyak lutein. Lutein adalah zat penting yang bisa menjaga kesehatan dan ketajaman fungsi mata. Lutein juga ternyata bisa menjaga kesehatan jantung karena bisa mencegah lemak menempel di pembuluh darah. Dianjurkan, memakan bayam setiap hari sekitar setengah mangkuk untuk hasil maksimal.

7. Margarin
 
Beberapa jenis margarin bisa menurunkan kadar kolesterol. Misalnya margarin dari minyak biji bunga kanola

8. Mede, Almon, dan Kenari
 
Lemak tak jenuh tunggal, di dalam kacang mede, almon, dan kenari adalah bahan makanan rendah lemak yang baik untuk kesehatan jantung. 

Kacang-kacangan itu juga mengandung vitamin E, magnesium, dan phytochemical yang terkait erat dengan kesehatan jantung. Sayangnya, seperti alpukat, kacang-kacang ini sangat tinggi protein. Jadi, jangan rakus makan kacang agar manfaatnya benar-benar maksimal.

9. Teh
 
Teh, mau diminum dingin atau panas, sama saja manfaatnya. Teh mengandung antioksidan yang bisa membuat pembuluh darah rileks sehingga terhindar dari pembekuan darah.
Antioksidan di dalam teh, yaitu flavonoid bisa mencegah oksidasi yang menyebabkan LDL menumpuk di pembuluh darah. Menikmati segelas teh setiap hari bisa memenuhi kebutuhan antioksidan.

10. Cokelat
 
Cokelat ternyata sehat. Tentu saja, cokelat yang dicampur terlalu banyak susu mengandung terlalu banyak lemak. Jadi, pilihlah cokelat hitam atau pahit. Cokelat sehat karena mengandung banyak antioksidan dan flavanoid. Cokelat putih, tidak mengandung zat itu sehingga kurang sehat dikonsumsi.

Kandungan flavanoid cokelat bervariasi tergantung di mana cokelat itu tumbuh dan proses pengolahannya. 

Selasa, 23 April 2013

MUKA, Mulianya kamu..



Mukamu bercahaya, cantik jelita
Bukan sekedar fisik semata
Sikap perilakumu memancar pesona
Kau hadapi polah anak-anak kita dengan cinta
Kau layani suamimu ikhlas suka rela
Masak, nemani anak sekolah, bermain dan lainnya
Tak ada keluh kesah, selalu ceria
Sungguh,mulianya kamu, duhai permata dunia
Mendekati sempurna!


*illustrasi dari google

Senin, 14 Januari 2013

ENAK, Entah kenapa..



Entah kenapa semua hal bila dibawa enjoy akan terasa enak aja. Mungkin karena hati kita sudah terkondisi berlapang dada, apapun yang terjadi. Ikhlas sebutan keren-nya. Jadi jika pagi-pagi istri sudah `nyanyi rock`, ayah cepat dong jangan telepon terus, pagi-pagi kan pada repot. Padahal si ayah sedang terima telepon ayah mertuanya yang panjang lebar minta tolong komputernya diperbaiki. Sang suami nyantai aja nanggepi-nya, tidak membalas `nyanyian` istri itu dengan `nyanyian` pula. Iya neng sayang, jawabnya mesra sembari telapak tangannya menutup mikropon telepon. Papa, maaf Al mau panasin mobil dulu ya, anak-anak sudah siap berangkat ke sekolah, assalamu`alaikum Pa..


Si suami paham betapa sibuknya seorang ibu di pagi hari. Menyiapkan sarapan, bekal, perangkat sekolah anak-anak dan seterusnya. Belum lagi peran istri yang melayani keperluan suaminya sebelum ia berangkat kerja. Tapi paham saja belum cukup, harus ditindaklanjuti dengan tindakan yang bisa membantu istri menghadapi `hiruk pikuknya` suasana pagi.


Coba, andai saja sang suami begini; Mama gimana sih, ini kan papa lagi ngomong minta ayah betulin komputernya yang rusak. Bisa durhaka loh! Raut muka si suami merah padam diliputi emosi. Wah wah wah pagi yang tak asyik kalau begini. Apalagi jika si istri melanjutkan nyanyian dengan `alat musik` pula. Dijamin hati jadi tak enak menjalani hari. Ya suami, ya sang istri juga.


Terjawab sudah kan, kenapa hari kita terasa enak aja bawaannya dalam situasi apapun. Terlebih saat kita berada dalam kondisi yang kadang memancing emosi kita. Kuncinya satu; milikilah sifat ikhlas. Dan untuk memiliki sifat ikhlas ini perlu kepahaman. Paham akan sifat dan kondisi sesuatu. Sehingga dari sifat ikhlas ini kita berlapang dada, bahwa semua bisa dihadapi dengan cara baik-baik dan santun. Demikianlah, salam enak..!

Senin, 07 Januari 2013

ALI, Anak lelakiku itu..

Ali, seorang anak berusia delapan tahun itu bersekolah di sebuah SD daerah Depok. Ia murid kelas dua yang tergolong cerdas dan baik. Semua guru dan teman menyukainya. 

Setiap hari ketika berangkat sekolah ibunya tak lupa membekalinya dengan makanan, juga ayahnya yang selalu mengenakan peci hitam, memberi Ali uang saku secukupnya. Dan ketika siang memasuki waktu dzuhur biasanya Ali sudah kembali ke rumah, ibunya selalu mengetahui bahwa bekal itu sudah habis. Begitu pun uang sakunya tak tersisa. 

Namun satu hal yang tak pernah diketahui oleh sang ibu kecuali setelah Ali suatu hari jatuh sakit sebab main hujan, bahwa ternyata makanan dan uang saku itu tidak habis oleh dirinya. Melainkan ia berikan kepada teman sebangku kelasnya yang kurang mampu namun temannya itu malu untuk meminta. Dan ibunya baru mengetahui saat teman sebangkunya bersama orang tuanya itu menjenguk Ali dan bercerita tentang kebaikan Ali selama di sekolah. 

Pantas, makan siangnya lahap seperti orang kelaparan setiap kali Ali pulang sekolah. Tanpa bisa dicegah, airmata Ibu Ali mengalir keluar. Airmata keharuan bercampur kagum. Ia bangga dengan Ali, anak lelakinya itu. Ya, anak sekecil itu sanggup berbagi pada orang lain tanpa sepengetahuan siapapun, termasuk guru dan dirinya, gumam ibu Ali..

ANIS, Ayah manis..


Pukul sembilan belas malam Anis masih di kantor saat istrinya mengirim sms dua baris,
"Masku sayang cepat pulang ya, Alia nggak berhenti nangis. Segera ya mas.. plis.."
Hati Anis ketar-ketir sedikit meringis, apa sebab anaknya yang nomor dua itu menangis. Ayah segera pulang nak, kata Anis dalam hati sembari mencabut flashdisk dan menutup jendela kantornya yang berteralis minimalis. 
Sesampai di rumah, Anis langsung disambut Alia dengan mata sembab sebab tangis. Alia memeluk ayahnya erat sekali diiringi sisa sesengukan dan hidung yang kembang kempis. Anis menikmati pelukan Alia lalu menyeka air mata anaknya itu hingga habis.
"Alia kangen mau bobo sama ayah.." ujar anaknya manja mulai ceriwis. Kecemasan langsung mencair seiring mata Anis yang seketika berkaca-kaca seperti mau menangis. Ada makhluk kecil di hadapan seorang ayah yang membutuhkan dirinya eksis.
"Iya anakku sayang, ayah juga kangen nak," ucap Anis lembut sambil gemas kasih kiss. Duh sungguh manis indah terlukis..

Illustrasi:om google

Senin, 31 Desember 2012

TAR! Tahun baru..!

Tahun baru kali ini kembali diawali dengan perang mercon antar RT. Belum lagi arak-arakan konvoi kendaraan keliling kota melewati kediaman Ane merayakan tahun baru. Ditingkahi bunyi terompet dan letupan kembang api. Si kecil Ipul,-keponakan Ane-ikut-ikut merengek minta uang buat beli kembang api. Padahal kaki kecilnya yang putih sudah mulai dihinggapi borok-borok kecil akibat percikan bunga api.

Coba kalau Bapak masih ada. Mana berani tuh anak-anak, begitu pikir Ane. Bapak paling marah kalau ada keponakan atau anaknya membeli kembang api atau petasan. Sama dengan bakar uang katanya. Yah! Bapak memang paling tidak suka perilaku pemboros atau menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak berguna. 

Tentu saja anak-anak kesal sama Bapak karena dilarang beli kembang api, petasan ataupun mercon. Ane lupa, waktu Ane kecil, apa ia juga marah ketika dilarang beli kembang api oleh Bapak ya?
Dulu, Ane selalu beranggapan Bapak adalah orang yang paling galak sedunia. Kerjaannya cuma melarang atau menyuruh. Sekarang, setelah Ane dewasa, Ane mulai mengerti kenapa mereka berbuat seperti itu.

Waktu kecil dunia memang begitu sempit. Ane juga pastinya cuma mampu mengembangkan wawasan sebatas dunia anak-anak. Jika Bapak melarang atau menyuruh, Ane hanya menganggapnya sebagai bentuk dominasi orang dewasa terhadap anak-anak. Sebuah show force yang menyebalkan.

Sekarang setelah alih generasi, Ane mulai mengerti hikmah dibalik semua larangan dan perintah itu. Ane jadi malu sendiri. Dan di penghujung tahun ini, saat Ane menatap langit malam terang benderang oleh bunga api dan suara mercon, tiba-tiba Ane merasa kangen sama Bapak yang wafat selagi Ane duduk di kelas dua SMP. Tanpa terasa air mata hangatnya keluar mengalir membasahi pipi. Sungguh, Ane rindu sekali sama Bapak. 

Tar! 

Suara mercon di samping rumah mengagetkan Ane, dan ia sembari menyeka air mata bergegas keluar rumah hendak menasihati anak-anak yang sedang main petasan. Seperti nasihat Bapak dulu. Ya, harus ada yang meneruskan kebiasaan Bapak meski sekarang dengan cara berbeda, lebih bijak lagi. Ah, mudah-mudahan mereka mengerti, begitu harapan Ane adanya.

Jumat, 21 Desember 2012

EMPATI, Emang pantasnya ngerti..

 

Musibah bisa menimpa siapa saja, tak kenal usia atau rupa, setiap diri pernah mengalami. Diceritakan, keluarga Ayub tengah dirundung duka, sedih hati. Musibah datang secara beruntun, silih berganti. Belum lama ia sendiri mengalami kecelakaan mobil dan mendapat luka parah, hampir saja mati. Dan kini anak laki-laki pertamanya yang berusia empat tahun dan bersekolah di TK tewas ditabrak bis metromini, di saat ia menyebrang bersama pembantunya yang bernama Dik Tini. Tentu saja reaksi awal Ayub adalah memarahi Dik Tini habis-habisan sambil ia melarikan anaknya ke ruang gawat darurat di rumah sakit terdekat sampai ia lupa tak beralas kaki.

 

Namun saat dokter mengabarkan anaknya telah tiada, ia hanya dapat duduk terkulai dan memasrahkan diri pada Sang Pencipta meskipun hati masih terasa nyeri.

 

Saat orang-orang banyak berkunjung ke rumahnya, mulut Ayub terus berkomat-kamit meluncurkan do'a seakan tak ada henti. Ia sedih melihat istrinya terbaring lemah di atas ranjang karena begitu terguncang kehilangan buah hati dalam sekejap, sang anak tinggali.

 

Yang lebih membuat Ayub pedih, adalah ucapan-ucapan tetangganya yang tidak sengaja terdengar olehnya, begini;

 

"Lagi sih pembantu masih kecil begitu dipercaya nganter sekolah, emangnya ibunya nggak bisa nganter sendiri."

 

"Ah benar-benar tak berperasaan, bagaimana jika sampai terdengar oleh istriku," gumam Ayub pelan sekali.

 

* * * * *

 

Kisah tentang musibah yang dialami keluarga Ayub memberi gambaran kepada kita bahwa petaka bisa menimpa manusia sewaktu-waktu, seperti halnya kesenangan hidup di dunia ini. Sesungguhnya dalam kehidupan yang fana, manusia mengalami beragam peristiwa secara silih berganti. Ada yang lahir, kawin, dan mati. Susah dan senang, kebahagiaan dan penderitaan, kesempitan dan kelapangan hidup dipergilirkan Tuhan di antara manusia-manusia ciptaan-Nya yang jumlahnya tidak cukup dihitung jari. Tidak peduli orang baik atau jahat, siang dan malam, kaya dan miskin dipergilirkan kepada mereka, dibagi-bagi.

 

Hanya bedanya bagi seorang yang beriman kepada Tuhan jika ia ditimpa musibah maka ia memasrahkan diri kepada-Nya karena sesungguhnya segala hal yang diperolehnya dalam kehidupan ini baik berupa harta maupun keturunan adalah titipan dari Tuhan, bisa juga disebut cobaan atau sedang diuji. Ia akan bersabar dan selalu mengingat-Nya setiap saat setiap hari. Berprasangka baik kepada-Nya, pasti ada hikmah di balik semua hal, termasuk soal musibah yang menimpa beramai-ramai atau sendiri.

 

Sebagai bahan renungan, sekedar saling mengingati. Bila kita sedang ditimpa musibah, tak ada lain cara kecuali memohon pertolongan, berdo'a mendekatkan diri kepada-Nya, dan bersabar terus yang tak cuma sekali.

 

Sebaliknya bila saudara kita ditimpa musibah berusahalah menempatkan posisi diri di sisi orang yang tengah mendapat musibah atau sering disebut empati. Mencoba mengerti dan menyadari bahwa kesusahan dan kesenangan senantiasa dipergilirkan di antara manusia, dari bayi sampai aki-aki . Saat ini orang lain yang ditimpa musibah, esoknya bisa jadi kita yang terkena musibah tersebut, mari sadari.

 

Selayaknya kita jauhi sikap dari berkata yang bisa menyakiti hati yang tengah pedih, walau berupa nasihat sekali pun, usahakan tak ada yang terlukai. Ucapan para tetangga keluarga Ayub menunjukkan betapa sulit bagi mereka berempati atau menyelami penderitaan orang lain, mereka bukannya empati tapi antipati. Mereka juga lupa atau mungkin tak tahu bahwa ajal di tangan Tuhan yang Maha Sakti. Peristiwa kecelakaan yang dialami anak Ayub sekedar jalan bagi berlakunya kehendak-Nya yakni berpulangnya anak Ayub tersebut ke hadirat-Nya, kodrat alami. Emang sepantasnyalah mereka mengerti bahwa sungguh tidak tepat dalam keadaan keluarga Ayub tengah ditimpa musibah lalu berkata menyalahi Ayub dan istri.

 

Maka bertandang, menziarahi orang yang sedang dirundung duka tampaknya akan meringankan penderitaan yang bersangkutan yang sebenarnya dirasa seperti tak bertepi. Tindakan kongkrit mulai dari membelai punggung atau tangannya serara berkata, misalnya seperti ini; "Sabar ya, sayang," sampai membantunya secara mental dengan mendampinginya dan secara material untuk meringankan sedikit bebannya, jauh lebih berarti dari nasihat panjang lebar sana sini. Itu baru namanya empati, dan emang sepantasnya, selayaknya kita mengerti. Demikianlah adanya, bukan menggurui. Salam dan permisi..

 

 

Illustrasi : ceritanonabdinegara.blogspot.com