Ali, seorang anak berusia delapan tahun itu bersekolah di sebuah SD daerah Depok. Ia murid kelas dua yang tergolong cerdas dan baik. Semua guru dan teman menyukainya.
Setiap hari ketika berangkat sekolah ibunya tak lupa membekalinya dengan makanan, juga ayahnya yang selalu mengenakan peci hitam, memberi Ali uang saku secukupnya. Dan ketika siang memasuki waktu dzuhur biasanya Ali sudah kembali ke rumah, ibunya selalu mengetahui bahwa bekal itu sudah habis. Begitu pun uang sakunya tak tersisa.
Namun satu hal yang tak pernah diketahui oleh sang ibu kecuali setelah Ali suatu hari jatuh sakit sebab main hujan, bahwa ternyata makanan dan uang saku itu tidak habis oleh dirinya. Melainkan ia berikan kepada teman sebangku kelasnya yang kurang mampu namun temannya itu malu untuk meminta. Dan ibunya baru mengetahui saat teman sebangkunya bersama orang tuanya itu menjenguk Ali dan bercerita tentang kebaikan Ali selama di sekolah.
Pantas, makan siangnya lahap seperti orang kelaparan setiap kali Ali pulang sekolah. Tanpa bisa dicegah, airmata Ibu Ali mengalir keluar. Airmata keharuan bercampur kagum. Ia bangga dengan Ali, anak lelakinya itu. Ya, anak sekecil itu sanggup berbagi pada orang lain tanpa sepengetahuan siapapun, termasuk guru dan dirinya, gumam ibu Ali..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar