Senin, 14 Januari 2013

ENAK, Entah kenapa..



Entah kenapa semua hal bila dibawa enjoy akan terasa enak aja. Mungkin karena hati kita sudah terkondisi berlapang dada, apapun yang terjadi. Ikhlas sebutan keren-nya. Jadi jika pagi-pagi istri sudah `nyanyi rock`, ayah cepat dong jangan telepon terus, pagi-pagi kan pada repot. Padahal si ayah sedang terima telepon ayah mertuanya yang panjang lebar minta tolong komputernya diperbaiki. Sang suami nyantai aja nanggepi-nya, tidak membalas `nyanyian` istri itu dengan `nyanyian` pula. Iya neng sayang, jawabnya mesra sembari telapak tangannya menutup mikropon telepon. Papa, maaf Al mau panasin mobil dulu ya, anak-anak sudah siap berangkat ke sekolah, assalamu`alaikum Pa..


Si suami paham betapa sibuknya seorang ibu di pagi hari. Menyiapkan sarapan, bekal, perangkat sekolah anak-anak dan seterusnya. Belum lagi peran istri yang melayani keperluan suaminya sebelum ia berangkat kerja. Tapi paham saja belum cukup, harus ditindaklanjuti dengan tindakan yang bisa membantu istri menghadapi `hiruk pikuknya` suasana pagi.


Coba, andai saja sang suami begini; Mama gimana sih, ini kan papa lagi ngomong minta ayah betulin komputernya yang rusak. Bisa durhaka loh! Raut muka si suami merah padam diliputi emosi. Wah wah wah pagi yang tak asyik kalau begini. Apalagi jika si istri melanjutkan nyanyian dengan `alat musik` pula. Dijamin hati jadi tak enak menjalani hari. Ya suami, ya sang istri juga.


Terjawab sudah kan, kenapa hari kita terasa enak aja bawaannya dalam situasi apapun. Terlebih saat kita berada dalam kondisi yang kadang memancing emosi kita. Kuncinya satu; milikilah sifat ikhlas. Dan untuk memiliki sifat ikhlas ini perlu kepahaman. Paham akan sifat dan kondisi sesuatu. Sehingga dari sifat ikhlas ini kita berlapang dada, bahwa semua bisa dihadapi dengan cara baik-baik dan santun. Demikianlah, salam enak..!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar