Tampilkan postingan dengan label seks keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seks keluarga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Maret 2013

KERAMAS, Ketika raga lemas..


Apa kabar malam jum`at mas?
Semoga semalam sukses ya beradu nafas
Bersama pasangan, pastinya puas
Dua tubuh lemas tertidur pulas
Esoknya terbangun pikiran bebas
Tapi jangan lupa ya keramas
Agar tubuh segar raga tak lemas


*illustrasi dari google

Selasa, 19 Maret 2013

IDIH, Istri gigit lidah suami, DIdakwa 4 taHun..

Komunikasi yang baik antar suami dengan istri nampaknya mutlak dilakukan. Keinginan suami yang tak dipenuhi oleh sang istri selayaknya tak disikapi emosi dari si suami. Suami ingin berhubungan badan misalnya, namun si istri sedang datang bulan. Alangkah baiknya si suami dapat menahan gejolak birahinya, tunggulah sampai istri `bersih`. Bisa jadi si istri juga sedang tidak mood bercinta meski sebatas cumbuan. Dan, pihak istri sebaiknya menyampaikan `keberatan`nya dengan baik-baik dan lembut pula. Semoga kita terhindar dari kejadian berikut;

TRIBUNNEWS.COM SUNGGUMINASA,- Rika (18)terdakwa kasus KDRT terhadap suaminya sendiri, Usman (26) didakwa empat tahun dalam sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Gowa, Senin (18/3/2013).
Rika warga Maros dilaporkan suaminya sendiri Usman asal kabupaten Gowa atas kasus KDRT yang terjadi pada pertengahan januari lalu. Usman tidak terima lidahnya digigit oleh Rika ketika sedang melakukan hubungan suami istri.
Saat itu Rika sedang dalam keadaan haid (datang bulan), sehingga menolak ajakan suaminya yang kala itu menginap di rumah keluarga Usman. Namun Usman memaksa. Ketika Usman memasukkan lidahnya kedalam mulut Rika, Rika lalu tanpa sengaja menggigit bagian dalam lidah Usman sehingga mengalami luka dan harus menerima lima jahitan.
Sidang kedua dengan agenda keterangan saksi akan kembali dilanjutkan Senin depan (25/3).

*tribunnews.com

Senin, 10 Desember 2012

KAMAL, Kamis malam..



"Dik, udah belum?"

tanya Kamal kepada istrinya yang tengah sibuk menyiapkan makan malam. Selesai mandi tubuh Kamal terasa lebih segar dibandingkan beberapa menit lalu lelah, berkeringat dengan pakaian yang tampak kumal sepulang dari bekerja. Pertanyaan lelaki jangkung, berkumis tipis dan agak berotot itu disertai kedipan mata. Ayu tak segera menjawab, ia melirik sebentar ke arah suaminya sembari mengambil piring.

"Apanya yang udah sih suamiku sayang?"

Mulut Ayu menyunggingkan senyum manis menggoda, membuat Kamal gemas bukan main.

"Belum bersih benar Bang, sabar ya suamiku.."

demikian jawaban Ayu kemarin saat sang suami bertanya apa dirinya sudah 'bersih'. Dan dari siang tadi haidnya sudah berhenti. Ayu malah balik bertanya pada suaminya dengan nada manja berikut senyum yang menggoda. Sementara itu piring yang telah bernasi dan berlauk itu sudah berpindah ke piring depan suaminya yang duduk di kursi makan. Kamal beringsut memeluk tubuh istrinya yang berada di sampingnya,

"Kamu pura-pura gak tau ya!"

"Abaaang.. geli Bang!"

ujar Ayu sambil menggerakkan tubuhnya, menggeliat kesana kemari kegelian. Kamal masih saja terus memeluk dan sesekali mengelitiki pinggang istrinya. Ayu tahu cara menghentikan apa yang dilakukan suaminya terhadap dirinya, saat pelukan sedikit mengendur, Ayu segera menghadapkan wajahnya ke wajah Kamal. Dipegangnya kepala Kamal lalu dikecuplah kening suaminya itu dengan lembut penuh cinta, disertai kedipan mata pula. Kamal tahu, kedipan mata itu adalah jawaban yang sebenarnya atas pertanyaannya tadi. Oh sungguh kamis malam yang mendebarkan, kata Kamal dalam hati.

"Aku cinta Abang..!"

kata Ayu lirih. Kamal membalas mencium kening istri yang sangat ia cintai,

"Aku juga cinta kamu, Dik..!"

Mereka saling beradu pandang, menyelami perasaan dan jiwa satu sama lainnya. Merasakan kebersamaan yang membahagiakan. Segala penat, rasa lelah dan suntuk hilang seketika setelah mereka seharian bekerja dan mengurus rumah. Ada perasaan cinta yang bukan sekedar hasrat manusiawi namun mereka juga merasakan kedamaian jiwa.

"Makan dulu yuk Bang..!"

Ajakan makan Ayu menghentikan sejenak suasana syahdu. Perlahan Kamal melepaskan pelukan dan mereka pun makan..

* * *

Saudaraku, sebagaimana tanaman yang memerlukan perhatian dirawat terus menerus, hubungan cinta pun membutuhkan pemeliharaan dan perawatan yang berkesinambungan. Apalagi bagi pasangan suami istri. Bahwa suami, terlebih istri sesungguhnya sama-sama membutuhkan sentuhan setiap hari setelah seharian beraktifitas. Sentuhan yang bisa lewat dekapan, ciuman, pijitan, elusan yang merangsang diiringi canda rayu. Tidak lupa pula untuk berkata "Aku cinta kamu", atau kalimat romantis lainnya. Bagi suami mungkin ini nampak cengeng. Tetapi betapa hal itu sama sekali tidak mengurangi kejantanan suami. Justru membuat sang istri semakin menghargainya. Pun sudah beranak pinak, rasanya tidak ada kata terlalu tua untuk melakukan hal-hal tersebut. Akhirnya seperti kisah Kamal di kamis malam ini, nikmatilah kemesraan bersama suami atau istri tercinta. Semoga terpuaskan adanya, salam..

ENAK, Enggak cuma kamis..


Bagi sebagian orang, hari kamis malam dianggap sebagai malam kewajiban. Ya, kewajiban saling menafkahi batin antara suami dan istri dengan cara berhubungan badan. Mungkin ada juga pasangan yang tidak pernah absen beradu tubuh di setiap kamis malam. Maka jadilah kamis malam itu indentik dengan yang enak-enak. Padahal sesungguhnya tak ada batasan baku tentang frekuensi hubungan seks suami istri. Bukankah birahi bisa datang kapan saja tanpa mengenal waktu? Bisa pagi buta di hari senin, bisa tengah malam di hari sabtu, atau bisa pula setiap hari. Biasanya pada masa pengantin baru, saat bulan madu, hubungan seks bisa melebihi dosis minum obat. Itu bagi mereka yang libidonya memang tinggi. Mungkin ada juga pengantin baru yang hanya melakukan hubungan seks seminggu tiga kali, atau malah satu kali.

Boleh dibilang setiap pasangan memiliki frekuensi yang berbeda-beda dalam melakukan hubungan seks. Karenanya jangan sampai pasangan yang libidonya rendah memaksakan diri untuk "tinggi", berupaya sekuat tenaga untuk berhubungan seks seperti dosis minum obat anu ini itu lah, apalagi dengan mengonsumsi berbagai macam suplemen penambah gairah semisal viagra dan sejenisnya. Sepertinya yang perlu diperhatikan adalah kualitas hubungan seks tersebut. Adalah percuma juga memaksakan hubungan seks dengan kuantitas yang banyak, tapi ujung-ujungnya tidak berkualitas, umpamanya salah satu pasangan tidak merasakan kenikmatan seks, atau bahkan merasa sakit, perih dan lecet.

Dari bacaan atau media lain yang kita baca dan ketahui, baik kualitas maupun kuantitas, hubungan seks sangat dipengaruhi faktor-faktor fisik dan psikis. Terlalu lelah bekerja, kekurangan gizi atau sering sakit, dapat menyebabkan stamina dan vitalitas menurun sehingga minat terhadap seks menjadi rendah. Otomatis, frekuensi seks pun menjadi berkurang. Pun bila keadaan psikis sedang labil; marah, banyak masalah. Maka frekuensi hubungan seks akan menurun.

Namun apapun itu, enaknya bersetubuh yang enggak cuma kamis atau hari lainnya tidak menjadikan kita lupa akan satu hal; cinta dan kasih sayang. Karena sesungguhnya cinta dan kasih sayang antara pasangan tidak selalu ditandai dengan hubungan seks. Bukankah demikian? Salam..

*illustrasi asal comot


SUTRA, Suami istri adanya..



Senggama terputus yang dalam bahasa agama dikenal dengan istilah 'azl, adalah tindakan mencabut saat suami akan mengalami 'kejang'. Salah satu tujuan pasangan suami istri melakukan 'azl adalah untuk menunda kehamilan. Namun, sebagaimana alat-alat kontrasepsi semisal kondom sutra, durex, dan lain-lain, 'azl tidak 100% menjamin seorang istri tidak hamil, karena kemungkinan sperma yang masuk ke 'dalam' sangatlah besar. Jika Tuhan sudah menakdirkan, sedikit saja sperma masuk ke 'dalam' dan istri sedang dalam masa subur, kehamilan dapat terjadi.

Adapun salah satu cara untuk menambah kesempurnaan 'azl supaya tidak terjadi kehamilan adalah dengan meletakkan handuk yang daya serapnya tinggi -misalnya katun- di bawah pantat istri. Pada saat 'kejang', tumpahkan sperma di handuk itu, kemudian bersihkan kelamin suami dan jangan dekatkan pada kelamin istri. Bila akan mengulangi senggama, sebaiknya suami buang air kecil terlebih dahulu agar sperma yang masih tersisa terbuang. Demikian adanya, salam..

illustrasi dari sini