Senin, 10 Desember 2012

KAMAL, Kamis malam..



"Dik, udah belum?"

tanya Kamal kepada istrinya yang tengah sibuk menyiapkan makan malam. Selesai mandi tubuh Kamal terasa lebih segar dibandingkan beberapa menit lalu lelah, berkeringat dengan pakaian yang tampak kumal sepulang dari bekerja. Pertanyaan lelaki jangkung, berkumis tipis dan agak berotot itu disertai kedipan mata. Ayu tak segera menjawab, ia melirik sebentar ke arah suaminya sembari mengambil piring.

"Apanya yang udah sih suamiku sayang?"

Mulut Ayu menyunggingkan senyum manis menggoda, membuat Kamal gemas bukan main.

"Belum bersih benar Bang, sabar ya suamiku.."

demikian jawaban Ayu kemarin saat sang suami bertanya apa dirinya sudah 'bersih'. Dan dari siang tadi haidnya sudah berhenti. Ayu malah balik bertanya pada suaminya dengan nada manja berikut senyum yang menggoda. Sementara itu piring yang telah bernasi dan berlauk itu sudah berpindah ke piring depan suaminya yang duduk di kursi makan. Kamal beringsut memeluk tubuh istrinya yang berada di sampingnya,

"Kamu pura-pura gak tau ya!"

"Abaaang.. geli Bang!"

ujar Ayu sambil menggerakkan tubuhnya, menggeliat kesana kemari kegelian. Kamal masih saja terus memeluk dan sesekali mengelitiki pinggang istrinya. Ayu tahu cara menghentikan apa yang dilakukan suaminya terhadap dirinya, saat pelukan sedikit mengendur, Ayu segera menghadapkan wajahnya ke wajah Kamal. Dipegangnya kepala Kamal lalu dikecuplah kening suaminya itu dengan lembut penuh cinta, disertai kedipan mata pula. Kamal tahu, kedipan mata itu adalah jawaban yang sebenarnya atas pertanyaannya tadi. Oh sungguh kamis malam yang mendebarkan, kata Kamal dalam hati.

"Aku cinta Abang..!"

kata Ayu lirih. Kamal membalas mencium kening istri yang sangat ia cintai,

"Aku juga cinta kamu, Dik..!"

Mereka saling beradu pandang, menyelami perasaan dan jiwa satu sama lainnya. Merasakan kebersamaan yang membahagiakan. Segala penat, rasa lelah dan suntuk hilang seketika setelah mereka seharian bekerja dan mengurus rumah. Ada perasaan cinta yang bukan sekedar hasrat manusiawi namun mereka juga merasakan kedamaian jiwa.

"Makan dulu yuk Bang..!"

Ajakan makan Ayu menghentikan sejenak suasana syahdu. Perlahan Kamal melepaskan pelukan dan mereka pun makan..

* * *

Saudaraku, sebagaimana tanaman yang memerlukan perhatian dirawat terus menerus, hubungan cinta pun membutuhkan pemeliharaan dan perawatan yang berkesinambungan. Apalagi bagi pasangan suami istri. Bahwa suami, terlebih istri sesungguhnya sama-sama membutuhkan sentuhan setiap hari setelah seharian beraktifitas. Sentuhan yang bisa lewat dekapan, ciuman, pijitan, elusan yang merangsang diiringi canda rayu. Tidak lupa pula untuk berkata "Aku cinta kamu", atau kalimat romantis lainnya. Bagi suami mungkin ini nampak cengeng. Tetapi betapa hal itu sama sekali tidak mengurangi kejantanan suami. Justru membuat sang istri semakin menghargainya. Pun sudah beranak pinak, rasanya tidak ada kata terlalu tua untuk melakukan hal-hal tersebut. Akhirnya seperti kisah Kamal di kamis malam ini, nikmatilah kemesraan bersama suami atau istri tercinta. Semoga terpuaskan adanya, salam..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar