DEKAT, Dengan akhirat..
Jutaan mata terbuka setelah semalaman terpejam, istirahat. Hari pun
tak tinggal diam, bergerak berganti jum'at. Dan sejenak kita coba
merenung sesuatu yang kerap luput untuk diingat. Sesuatu yang dianggap
ringan, tapi bisa juga berat. Sesuatu yang jauh namun hakikatnya begitu
dekat. Ia sungguh nyata, bila pun sering dirasa sebatas cerita atau
hikayat. Seperti pemangsa bertaring, ia bisa menyergap tiba-tiba tanpa
maklumat tapi betapa banyak orang tak menyadarinya hingga saat sekarat.
Sesuatu yang dekat itu adalah akhirat. Ya, akhirat yang seperti
sahabat sejati, begitu dekat akrab sepanjang hayat. Ia akan terus
melambai, bila kita juga merindukannya tanpa lelah penat. Ia akan
menyiapkan sambutan untuk kita, bila kita masih setia menuju kepadanya
dengan kesadaran dan semangat. Di tengah gemerlap hidup yang memacu
peradaban materinya, bertanya tentang kabar sahabat sejati adalah
kemestian: Apa kabar akhirat? Tapi ia akan lebih berhak bertanya: Apa
kabar diri kita sendiri sobat? Masihkan kita menjadi pengejar akhirat.
Segala yang hidup punya pertanda, isyarat. Begitu pun akhirat, tempat
segala kehidupan sejati beraksi, ada banyak pertanda yang terang jelas
atau pun tersirat. Apakah ia bersama kita atau menjauh melesat. Pada
cermin jati diri itu ada cerita, tentang akhirat yang kian menjauh atau
lebih mendekat. Bila suatu hari, hidup terasa sangat sepi, mungkin itu
tandanya ada yang harus kita tanyakan cepat-cepat. Apakah akhirat telah
menjauhi kita, sobat?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar