Saudaraku, sepanjang hari-hari kita yang bertabur paradoks, "bisa memilih atau telah dipilihkan" adalah dua kutub yang sering kali kita bingung memahaminya. Apalagi untuk masing-masing kutub itu, kita perlu memperlakukannya dengan baik. Karenanya, falsafah memilih atau dipilihkan merupakan tema yang sangat penting bagi kehidupan kita.
Mau tidak mau yang harus kita lakukan adalah mengekplorasi ruang-ruang pilihan yang begitu luas. Kita bisa memilih dari banyak yang tersedia di sana untuk kita tekuni. Kita bisa membuat daftar keinginan, mencatat kumpulan peluang, dan menginventarisir urutan pilihan. Keinginan memiliki jodoh yang baik, ingin sekolah lebih tinggi lagi, peluang mendapat rizki tambahankah, dan lain sebagainya.
Pada saat yang sama, apa yang telah menjadi ketetapan Tuhan dan kita tidak bisa mengubahnya, kita jadikan sebagai sumber kekuatan jiwa, berupa semangat penerimaan dan prasangka baik atas penjatahan atau ketetapan yang diberikan oleh-Nya. Di sini kuasa Tuhan berlaku. Dan sepertinya apa yang kita harus menjalaninya, atau tinggal menjalaninya, kita coba teguhkan diri untuk menjalaninya. Bersama itu kita ajari hati untuk mencintainya. Salam semangat..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar